INGAT WAKTU

Jumat, 21 Juni 2013

Cara Mendidik Anak yang Egois dan Manja

Cara Mendidik Anak yang Egois dan Manja


Apakah anda memiliki ratu atau raja kecil di rumah yang merasa layak mendapatkan kemewahan dan hak istimewa? Apakah dia hanya memikirkan diri sendiri? Anak manja biasanya tidak bisa menerima penolakan, menuntut agar keinginannya segera dipenuhi, ingin selalu senang, tidak pernah puas, dan hanya memikirkan diri sendiri. Cara paling efektif untuk menghentikan sifat egois dan manja adalah berhenti menuruti setiap rengekan mereka, dan menunjukkan cara menghargai perasaan dan kebutuhan orang lain. Memang, untuk mengatasi sifat anak yang semacam ini dibutuhkan kesabaran, energi, ketabahan, dan konsistensi.

Sebenarnya, anak-anak dilahirkan dengan membawa sifat kepedulian terhadap orang lain. Namun jika kita tidak memupuknya, kepedulian itu akan terkikis dan mungkin hilang. Anak egois dan manja biasanya kurang bahagia dan tidak puas dengan hidupnya, cenderung bermasalah dalam menjalin hubungan, dan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

Tanda-tanda anak egois dan manja:
  1. Tidak dapat menerima penolakan
  2. Lebih suka menerima daripada memberi
  3. Tidak dapat menghargai orang lain
  4. Tamak/serakah
  5. Memikirkan dirinya sendiri
  6. Menuntut untuk mendapatkan keistimewaan
  7. Tidak mau menunggu
Langkah pertama untuk mengubah sifat manja dan egois anak adalah menemukan alasan mengapa anak memiliki sifat ini. Jika Anda tahu penyebabnya, Anda berada pada posisi yang lebih baik untuk mengubah perilaku mereka. Beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab anak menjadi egois dan manja adalah:
  1. Anda memanjakan anak karena merasa bersalah akan suatu hal, misalnya Anda tidak menghabiskan cukup banyak waktu bersama mereka, dsb.
  2. Anda ingin anak Anda memiliki masa kecil yang “lebih baik” dibanding masa kecil Anda.
  3. Anda hidup dalam lingkungan yang kompetitif, sehingga Anda merasa bahwa anak harus mendapatkan yang “lebih baik” daripada teman-teman di lingkungannya.
  4. Anda atau orang lain dalam keluarga Anda tanpa sengaja memberikan contoh sikap egois dan manja sehingga anak menirunya.
  5. Anak Anda merasa cemburu terhadap pasangan Anda atau terhadap saudaranya, atau dia memang haus akan cinta dan penerimaan Anda.
  6. Anak Anda belum diajarkan tentang ego dan bagaimana bertindak tanpa mengedepankan ego.
  7. Anak Anda kesulitan memahami emosi orang lain.
  8. Anak Anda menderita kecemasan atau depresi, atau masalah lain yang membuatnya sulit untuk memikirkan orang lain.
  9. Anda tidak disiplin dalam menerapkan aturan-aturan dan batasan-batasan perilaku dalam keluarga Anda.
  10. Ada pikiran, bahwa karena Anda memiliki banyak uang, sehingga menurut anda, “Mengapa tidak membesarkan anak dengan istimewa?”
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi anak yang egois dan manja:
  1. Pastikan gaya pengasuhan Anda benar. Penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik untuk membesarkan anak adalah dengan dua hal: cinta yang tulus, dan batas yang tegas. Keduanya harus seimbang.
  2. Berikan contoh. Cara paling mudah dan paling ampuh agar anak mengerti tentang kebaikan dan kepedulian adalah dengan memperlihatkan tindakan itu kepada mereka. Pastikan Anda menjadi contoh yang baik untuk anak Anda. Ketika Anda melakukan tindakan-tindakan baik dan mencerminkan kepedulian dan perhatian kepada orang lain, seperti menelepon teman yang sedang bersedih, memungut sampah di jalan, menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat, dsb, pastikan Anda sampaikan kepada anak betapa senangnya bisa berbagi dan peduli kepada orang lain. Dengan melihat tindakan-tindakan dan kata-kata Anda yang penuh perhatian dalam kehidupan sehari-hari, serta mendengar penekanan dari Anda betapa berbuat baik dan penuh perhatian membuat Anda merasa senang, anak akan lebih mungkin mengikuti contoh dari Anda. Pepatah lama mengatakan, anak-anak belajar dari apa yang nyata terjadi dalam hidupnya.
  3. Memupuk empati. Anak-anak yang empatik dapat memposisikan diri mereka pada sudut pandang orang lain dan dapat mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain itu, sehingga mereka lebih peduli. Cobalah untuk mengembangkan empati anak untuk membantunya memahami perasaan orang lain, dan dengan demikian, mengikis sifat egoisnya. Anda dapat mengajaknya membayangkan bagaimana perasaan orang lain dalam situasi tertentu. Misalnya saja, “Bayangkan kamu adalah murid baru, kamu masuk ke sekolah baru dan tidak mengenal siapa-siapa. Bagaimana perasaanmu?” Sering ajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong anak untuk membayangkan diri berada di posisi orang lain, karena itu akan membantu anak-anak untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
  4. Kembangkan karakter anak. Anak yang egois menganggap apa yang mereka miliki lebih penting daripada mereka sendiri. Jadi hati-hatilah saat anda membandingkan, misalnya, pakaian anak Anda dengan anak lain, potongan rambut anak Anda dengan anak lain, dsb. Tekankan pada anak hal-hal yang tidak tampak dan tidak dapat dibeli, seperti ketekunan, kejujuran, rasa iba, rasa hormat, tanggung jawab, dll. Jelaskan mengapa Anda menghargai semua itu. Anak Anda akan lebih mungkin mengadopsi nilai-nilai itu jika Anda memberikan penjelasan yang dapat diterima.
  5. Jangan biarkan anak selalu menjadi pusat perhatian. Menerima pujian yang terus menerus dapat membuat anak anda berpikir kehidupan ini hanya berputar mengelilinginya, sehingga menambah pemusatan pada diri sendiri. Berikanlah pujian hanya ketika anak layak untuk mendapatkan pujian itu. Juga ajarkan anak untuk menghadapi kebosanan dan menikmati kesendirian sehingga dia tidak merasa harus dihibur dan ditemani setiap waktu. Ajari anak untuk membuat kesibukan di saat dia harus sendirian
Reference:
http://panduanparenting.blogspot.com/2013/01/cara-mendidik-anak-yang-egois-dan-manja.html
Poskan Komentar